flash fiction by Rusdianto
Kakek MUI masih menyekop pasir keatas truk. Sementara aku bersama kawan-kawan sebaya duduk mengaso. Nafasku berkejaran, tenagaku habis dikuras sengatan matahari.
“ Istirahat dululah kek, merokok bangsa sebatang dua batang “
Kakek Mui menepis tawaranku.
“ Seandainya uang rokoknya ditabung, mungkin sekarang kalian sudah bisa naik haji “
“ Lah ? Kakek sendiri sudah puluhan tahun tidak merokok, belum juga naik haji ?”
Kami menertawakan kakek Mui. Tapi dia tak peduli, terus menyekop pasir. Diam-diam aku mengamatinya dari balik kepulan asap rokok. Tarikan nafasnya teratur. Orang tua itu terlihat jauh lebih sehat dibanding kami.
Flash fiction Copyright@ 2010 Rusdianto
“ Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya (Jonathan Swift) ”
Maaf, lagi tak ada cerpen & atau flash fiction terkait.
nice one mas! jadi kesentil krn saya perokok.
paling tidak, beri spasi yang panjang atara batang pertama dgn batang kedua, tdk kayak kereta api….
makasih dee dee sdh berkunjung ke sini…