No Smoking

March 29th, 2010 § 2

flash fiction by Rusdianto

Kakek MUI masih menyekop pasir keatas truk. Sementara aku bersama kawan-kawan sebaya duduk mengaso. Nafasku berkejaran, tenagaku habis dikuras sengatan matahari.

“ Istirahat dululah kek, merokok bangsa sebatang dua batang “

Kakek Mui menepis tawaranku.

“ Seandainya uang rokoknya ditabung, mungkin sekarang kalian sudah bisa naik haji “

“ Lah ? Kakek sendiri sudah puluhan tahun tidak merokok, belum juga naik haji ?”

Kami menertawakan kakek Mui. Tapi dia tak peduli, terus menyekop pasir. Diam-diam aku mengamatinya dari balik kepulan asap rokok. Tarikan nafasnya teratur. Orang tua itu terlihat jauh lebih sehat dibanding kami.

Flash fiction Copyright@ 2010 Rusdianto

“ Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya (Jonathan Swift) ”

Maaf, lagi tak ada cerpen & atau flash fiction terkait.

Tagged: ,

§ 2 Responses to “No Smoking”

  • dee dee says:

    nice one mas! jadi kesentil krn saya perokok.

  • anto says:

    paling tidak, beri spasi yang panjang atara batang pertama dgn batang kedua, tdk kayak kereta api…. :)
    makasih dee dee sdh berkunjung ke sini…

  • § Leave a Reply

What's this?

You are currently reading No Smoking at antojournal.com.

meta