flash fiction by Rusdianto
Setiap kali sang imam lalu dihadapan safku, tanganku berkeringat. Dinding lembab menguapkan hawa dingin, melengketkan kemeja basah ketubuhku.
“ Tuhan memerintahkan kita memerangi mereka ! Mereka kafir ! Darah mereka halal ! “
Jamaah bergelora, kepalan tangan berhamburan keudara menyahutinya.. Aku mengutuk diri sendiri telah hadir di tempat ini.
“ Apakah kalian siap dibaiat !? “
Tanganku mengepal. Tak tahan lagi, aku melompat berdiri.
“ Tunggu ! Atas nama siapa ? “
Wajah sang imam terkesiap. Matanya memerah.
“ Tentu saja atas nama tuhan “
“ Maaf, Tapi tuhan saya cinta damai “ balasku, lalu menghambur ke pintu.
Flash fiction Copyright@ 2010 Rusdianto
“ Prasangka dibenci bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena ia menyebabkan orang-orang mempercayainya (Marcel Atland)“
Maaf, lagi tak ada cerpen & atau flash fiction terkait.