Menepuk Air di Dulang – Flash Fiction

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto

Baru setengah jam saat sebuah paket berisi novel sampai ditangannya. Dia hanya menyelesaikan bab pembukaan. Lalu,

“Satu lagi, novel buruk” katanya sebelum melempar novel itu ke sudut kamar

Teman kostnya meloncat, “ Sini, biar aku baca.”

Tapi mendadak temannya urung memungut novel itu. Perhatiannya tersita oleh satu bundel naskah novel, tergeletak dibawah rak.

“ Ini tulisanmu ?” Temannya membolak-balik naskah tersebut, “tampaknya belum selesai ”

“ Ah, itu naskah setahun lalu. Aku lupa membuangnya “ Dia merenggut naskah itu dari tangan temannya.

Temannya tertawa, kemudian beralih memungut novel.“ Paling tidak mereka berhasil menyelesaikan novelnya.”

flash fiction copyright @2011 by Rusdianto

Tips menulis fiksi mini 100 kata (flash fiction) bisa anda baca pada blog menulis fiksi

About Rusdianto

Rusdianto alias @daeng_anto on twitter; Blogger,  peminat baca tulis fiksi, hiking, dan Sting. Kini bermukin di Kota Makassar. Dia penulis tetap pada blog Tips Menulis & Menerbitkan Fiksi indonovel.com.
Mari diskusi dan berbagi seputar topik menulis fiksi bersama Rusdianto di Google+ & facebook.

Komentar Pembaca

  1. anazkia says:

    Hihihi.. kena batunya deh

  2. PartaWinata says:

    hehehehe,…………… kacau

    • Anto says:

      ilustrasinya atau ceritanya yang kacau, bung Parta ? :)

      • PartaWinata says:

        Ceritanya bikin saya ketawa.
        Yang kacau, yang melempar buku novel dicerita itu Bang. He he he… dapet banget hikmahnya nih. Saya bikin ada tiga tapi kok susah dapet hikmahnya. Harus banyak berlatih dan membaca contoh dari Daeng nih. Salam.

Apa komentar anda ?

*