fiksi mini 100 kataoriginal by Rusdianto
Kriterianya cocok dengan permintaan ‘nyai’?”
“Bocah, umur 7 tahun,” kata anak buahnya menunjuk ke arah mobil hard top di samping rumah bedeng. “Kami ‘jemput’ dari kabupaten tetangga. Dijamin aman deh, bos.”
Kontraktor itu tersenyum girang.
“Bagus. Silahkan Ki’ mulai upacaranya.” Katanya kepada seorang pria paruh baya. “Yang lain, sterilkan tempat ini.”
Tak lama berselang, terlihat kepala manusia tanpa badan dilarung kesungai.
“Mulai besok, tak ada lagi pekerja yang kesurupan ‘Nyai’ “ kata si pria paruh baya. Perkataannya terbukti benar. Pembangunan jembatan berjalan lancar. Setidaknya sampai hari ke tujuh.
Seorang pekerja mendadak menggelepar tanpa sebab, sambil berteriak, “mana kepalaku !?”
flash fiction copyright @2011 by Rusdianto
Tips menulis fiksi mini 100 kata (flash fiction) bisa anda baca di blog menulis fiksi

Huaaaaa… mistik.
iya… dulu di zaman orba tahun 80′an, santer istilah ‘Pengayau Kepala’. Dr situlah ide ini bermula
weeeeh… ternyata “pindah” ya si bocah?
iya mbak. tabiat masyarakat kita, menyelesaikan masalah dgn masalah baru
huaaa..
Upacara kurang sukses ya daeng..??
Itu masih ada yang kesurupan..
‘Nyai’ pergi, tp posisinya diganti oleh ‘hantu tanpa kepala’