Cerpen original by Rusdianto Ibu muda itu menemukan putri semata wayangnya, Aliena, meringkuk di sofa ruang tamu. Didekat kepala Aliena, Nanny sang pengasuh memberinya senyum selamat datang sembari mengembangkan kedua lengan. “ Aliena memaksa saya berjanji tidak memindahkannya.” Wajah Aliena terlihat masih menyisakan senyum pengharapan. Ibu muda itu melirik jam tangannya. Pukul 12 malam. Mestilah rasa kantuk jua yang mengakhiri usaha anak itu menanti kepulangannya. Dia ingat, pukul … [Read more...]
Umpan – Cerpen
Cerpen original by Rusdianto Waktu hampir tengah malam. Kami belum lagi menemukan kesepakatan. Situasi ini tidak menguntungkan mengingat, kapal milik Pelni yang akan kami tumpangi ke Makassar dijadwal berangkat sebentar subuh. Kami sudah melantai berjam-jam dibawah lampu temaran yang berpendar tepat diatas tumpukan 3 ransel siap angkat. Didepan tumpukan itu, tepatnya dikaki-kaki ransel, teronggok satu lempengan persegi panjang dibungkus kertas Koran, dan dilakbang pada semua sisinya. Isinya … [Read more...]
lelaki tampan nomor satu

Cerpen original by Rusdianto Hari pertamaku masuk sekolah dasar sungguh mengesalkan. Aku mengadu pada ayah yang menjemputku pulang siang itu. " Pak, kata teman-temanku, aku anak paling jelek disekolah " " Jangan percaya. Setahuku, kamulah lelaki paling tampan nomor dua sedunia " Ujar Bapak. Tangannya membelai lembut kepalaku. Rasa kesalku menguap seketika. Bapak tak pernah bohong. Tapi.." Terus, yang nomor satunya siapa pak ? " … [Read more...]
