Cerpen original by Rusdianto Waktu hampir tengah malam. Kami belum lagi menemukan kesepakatan. Situasi ini tidak menguntungkan mengingat, kapal milik Pelni yang akan kami tumpangi ke Makassar dijadwal berangkat sebentar subuh. Kami sudah melantai berjam-jam dibawah lampu temaran yang berpendar tepat diatas tumpukan 3 ransel siap angkat. Didepan tumpukan itu, tepatnya dikaki-kaki ransel, teronggok satu lempengan persegi panjang dibungkus kertas Koran, dan dilakbang pada semua sisinya. Isinya … [Read more...]
Dijual; Sepatu bayi. Belum pernah dipakai
fiksi mini 100 kata original by Rusdianto “Secepat itu Tuhan mengambilnya..“ “ Sudahlah, bu. Semoga yang memakainya kelak setampan anak kita.” Katanya. “ Bapak telah memilihkan sepatu terbaik untuknya, “ istrinya mengusap mata, “ Sepatu ini bahkan belum pernah dipakainya.” Dia mengambil sepatu bayi dari tangan istrinya, memajangnya tepat disamping pintu masuk toko sepatu mereka. Diatas sepatu bayi itu, dia menaruh karton bertuliskan: For sale; Baby shoes. Never Worn. Seorang … [Read more...]
Ulang Tahun
fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Kami melihat seorang pria buta dituntun pria sebayanya menempati meja dihadapan kami. “ Pria satunya, bisu.” teman saya berbisik. Tampak teman pria buta itu berkomunikasi melalui isyarat tangan kepada pelayan. “ Menurutmu siapa kelak yang membayar dikasir ?” … [Read more...]
Uang Jatuh
fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Selembar uang seratus ribu terbaring tepat diujung kakiku. Baru saja aku menoleh kewajah temanku, dia telah membungkuk memungut uang itu. “ Namanya rejeki, takkan lari. “ kata temanku. Uang itu mendadak hilang kedalam saku celannya. … [Read more...]
Anonim
fiksi mini 100 kata original by Rusdianto “ Kenalkan, saya Bocah Gendeng. Itu, yang foto profilnya kartun sinchan “ “ Saya Tante Bohay. Yang foto profilnya Spanish guitar.” … [Read more...]
