bayar dobel

Flash fiction 100 kata original by Rusdianto Sopirku, masuk tergopoh-gopoh begitu room boy keluar. Dia lansung mengerti keinginanku. “ Yang sintal dan berambut panjang,” perintahku. “Sekarang ! “ Sopirku bergeming, wajahnya menyeringai. “ Tidak ! Satu saja “ Tweet

cinta terlarang

Flash fiction 100 kata original by Rusdianto Pertunjukan selesai. Aku melompat, sigap melindunginya. “  Maaf, tolong beri jalan. Tanda tangannya besok pagi saja “ Kerumunan penggemarnya tetap meransek. Aku merapat ke punggungnya. Jantungku berdebar. Hidungku sesekali menyentuh tengkuknya. Darahku berdesir saat mencium aroma musk bercampur bau keringatnya. Aku mengawal dia beserta Maya, manajernya, sampai didepan [...]

no smoking

Flash fiction 100 kata original by Rusdianto Kakek Mui masih menyekop pasir keatas truk. Aku bersama kawan-kawan pemuda, sebaya, duduk mengaso. Nafasku berkejaran, tenagaku habis disedot sengatan matahari. “ Istirahat dululah kek, merokok bangsa sebatang dua batang “ Kakek Mui menepis tawaranku. Tweet

rekruitmen

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Tanganku berkeringat setiap kali sang imam lalu dihadapan safku. Dinding lembab menguapkan hawa dingin, melengketkan kemeja basah ketubuhku. “ Tuhan memerintahkan kita memerangi mereka ! Mereka kafir ! Darah mereka halal ! “ Jamaah bergelora, kepalan tangan berhamburan keudara menyahutinya..  Aku mengutuk diri sendiri telah hadir di tempat [...]

tersangka

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Sontak seluruh penumpang menutup hidung. “ Aaalamaaaak.. “ “ Tolong, jendelanya dibuka.” “ Tak tahu sopan santun “ Tweet