Munafik (Flash Fiction)

flash fiction, 100 kata, fiksi mini

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Arifintop mengeluarkan flashdisknya. Terlambat, Mahendra sudah menutup laptop. “Akan saya hapus setelah ini.” “Koq, kamu tidak suka video porno artis itu?” Arifintop melirik Mahendra, “tadi ereksi, tidak ?” “Tidak,” kata Mahendra. “Saya hanya berniat mempelajari buktinya. Sebentar malam saya ikut debat di TV1 mengenai kasus ini.” “Saya curiga kamu bermasalah, bung” kata Ariifintop. “ Congormu.” wajah Mahendra … [Read more...]

Hasrat – flash fiction

flash fiction, fiksi mini, 100 kata, sexy

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto flash fiction ini pernah diikutkan pada Festival Fiksi Kolaborasi (FFK) Kompasiana, Maret 2011 Psikolog itu mengulang pertanyaannya. “Jadi masalahnya adalah seks ?“ “ Iya,“ kata kliennya, perempuan berumur sekitar 45 tahun. “ Maksud saya..,“ dahi psikolog berkerut. “Kenapa baru sekarang ?” … [Read more...]

Gadis Penjual Korek Api – Flash Fiction

flash fiction original by Rusdianto Kepala polisi itu diam-diam mencari orang yang bisa dicurigai diantara kerumunan warga.   Api masih mendesis dibelakangnya, tepat diatas sebuah rumah besar dulu pernah berdiri. “Hei, nak. Menjauh dari api,” katanya pada seorang gadis berumur 6 tahun. “dimana orang tuamu ?” “Aku tidak punya orang tua.” Gadis kecil itu tersenyum riang menatap api. “Disini hangat.” “Dimana rumahmu ?” Si gadis kecil menggeleng. Butiran salju … [Read more...]

Menepuk Air di Dulang – Flash Fiction

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Baru setengah jam saat sebuah paket berisi novel sampai ditangannya. Dia hanya menyelesaikan bab pembukaan. Lalu, “Satu lagi, novel buruk” katanya sebelum melempar novel itu ke sudut kamar Teman kostnya meloncat, “ Sini, biar aku baca.” Tapi mendadak temannya urung memungut novel itu. Perhatiannya tersita oleh satu bundel naskah novel, tergeletak dibawah rak. “ Ini tulisanmu ?” Temannya membolak-balik naskah tersebut, “tampaknya belum … [Read more...]

Syukur – Flash Fiction

fiksi mini 100 kata original by Rusdianto Riuh air menimpa genteng. Gemuruh hujan yang datang dari tempat jauh membuatnya terjaga. “ Hujan sialan.” Dia bangkit dari dipannya yang gelisah. Dari jendela, dia memandang emperan toko tak jauh dari kamar kontrakannya. Seorang pengemis terlihat berdiri merapat ke rolling door. Tubuh pengemis itu membelakangi jalan. Ada sosok bergerak dalam pelukan pengemis itu. “ Puji Tuhan.” Atap masih bergemuruh. Riuh genteng berjuang menahan timpa air … [Read more...]